IN HOUSE TRAINING (IHT) PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KEKERASAN SEKSUAL DI LINGKUNGAN SEKOLAH
sman15tanjabbarat.sch.id, TEBING TINGGI, 15/11/2023.
SMA Negeri 15 Tanjung Jabung Barat, kembali mengadakan kegiatan In House Training (IHT), Rabu (15/11/2023). Pada kesempatan kali ini tema yang diambil yaitu “Pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan sekolah” dengan narasumber Rosa Rosilawati, SE, ME.Sy.(Kepala UPTD PPA Kota Jambi) dan Nuraini Silalahi, S.Ag., M.Pd. (Konselor UPTD PPA Kota Jambi). IHT ini merupakan salah satu tindak lanjut Project Managemen Office (PMO) sekolah penggerak dalam rangka peningkatan pencapaian raport pendidikan sekolah. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh guru SMA Negeri 15 Tanjung Jabung Barat dan perwakilan siswa dari masing-masing kelas juga dari pengurus OSIS.
Mohsin, S.Pd., M.Si. selaku kepala sekolah dalam sambutannya menyampaikan dengan adanya kegiatan IHT diharapkan kompetensi guru meningkat sehingga kualitas layanan kebutuhan siswa di SMA Negeri 15 Tanjung Jabung Baratjuga dapat meningkat.
“Dengan mengikuti kegiatan ini saya berharap Bapak/Ibu guru dan juga siswa dapat mencegah dan menangani jika terjadi kekerasan di lingkungan sekolah sehingga berdampak baik kepada seluruh siswa,” kata Mohsin.

Menurut Rosa, untuk mencegah terjadinya kekerasan di lingkungan sekolah adalah pertama, melaksanakan kegiatan IMTAQ. MTAQ merupakan sebuah kegiatan yang melibatkan siswa dan guru dan menghadirkan narasumber atau pembicara yang bertujuan untuk memberikan motivasi, kesadaran, dan peningkatan pemahaman tentang hidup bermasyarakat dalam sudut pandang agama, budaya dan sosial. Kedua, melaksanakan razia kelas. Setiap dua atau tiga bulan sekali pihak sekolah melakukan razia kepada semua siswa dengan memasuki kelaskelas dan menggeledah semua isi tas siswa dan meemriksa dan memastikan siswa tidak membawa barang/senjata tajam, rokok, maupun obat-obatan serta barang-barang yang dilarang oleh sekolah sesuai dengan tata tertib sekolah. Tujuan razia adalah untuk mendorong siswa bisa menaati peraturan dan disiplin menjalankan tata tertib sekolah.

Lebih lanjut Rosa menyampaikan, sekolah hendaknya membuat kontrak tata tertib sekolah yang harus ditandatangani oleh orang tua dan siswa, siswa berjanji mematuhi semua tata tertib tersebut namun apabila melanggar maka akan dikenakan sanksi yang ditetapkan dalam tata tertib tersebut.
Untuk menangani kekerasan di sekolah, menurut Rosa, peran pendidik antara lain: mendengarkan curhatan, merahasiakan masalah, memberikan ketenangan, berkomunikasi secara baik-baik dengan ortu, bersama-sama orangtua mendampingi korban untuk lapor ke UPTD PPA dan pihak berwajib.
Narasumber kedua IHT, Nuraini mengajak peserta IHT untuk diskusi kelompok membahas apakah di SMAN 15 Tanjung Jabung Barat terdapat perundungan dan apa langkah-langkah yang diambil sekolah untuk mencegah dan menangani perundungan di lingklungan sekolah. Selanjutnya, Nuraini menyampaikan, situasi kesehatan reproduksi remaja. Yaitu tentang keadaan alamiah remaja, situasi gizi, perilaku beresiko remaja, kekerasan dalam rumah tangga dan pelecehan serta seksual, Remaja dan HIV.
Agar remaja tidak termasuk remaja dalam masalah yang harus dilakukan adalah buang pandangan dan sikap negatif pada remaja serta penuhi hak-hak remaja.
"Rencana Aksi ICPD 1994 : mengisyaratkan bahwa “negara2 di dunia di dorong untuk menyediakan informasi yang lengkap kepada remaja mengenai bagaimana mereka dapat melindungi dirinya dari KTD, Aborsi, IMS/PMS, HIV/AIDS dan Pelecehan serta Kekerasan Seksual”, ungkap Nuraini.
“Dan siapa yang berkewajiban memenuhi hak-hak tersebut...?? Jawabnya, Negara dan Masyarakat (Orang Dewasa seperti: Orang Tua, Guru, Tokoh Agama, Dokter dan Paramedis', pungkas Nuraini.
Kegiatan IHT berjalan dengan baik dan lancar, diakhiri pada pukul 14.00. Semoga dengan IHT Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Sekolah bulan November tahun 2023 Ibu/Bapak Guru dan siswa SMA Negeri 15 Tanjung Jabung Barat dapat meningkat pemahaman dan kesadaran tentang pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah untuk mendukung implementasi kurikulum merdeka di SMAN 15 Tanjung Jabung Barat Pelaksana Program Sekolah Penggerak Angkatan 3.
SMA Negeri 15 Tanjung Jabung Barat: Tergerak, Bergerak, Menggerakkan.
Together Everyone Achieves More. Yes!
